Milik Kita Bukanlah Milik Kita

Berbagi itu baik

Milik Kita Bukanlah Milik Kita

 

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Kawan-kawan, pasti sudah  tergambar di benak kawan-kawan mengenai kalimat diatas. Namun yang belum mengerti silahkan baca lebih lanjut.

“milik kita bukanlah milik kita”. Sekilas dari judul tersebut sudah bisa ditebak jika itu berhubungan dengan masa depan. Yang dimaksudkan dari kalimat berikut adalah, apapun yang kita punyai bukanlah milik kita seorang. Di dalam barang atau benda tersebut ada sebagian yang menjadi hak-hak fakir, miskin, yatim, piatu, ibnu sabil, dan lain sebagainya. Lho, kok bisa? Ya bisa, coba dipelajari, harta yang kita miliki, apakah berasal dari usaha kita sendiri secara murni? Tentu tidak, di dalam bekerja kita tidak sendiri. Kita bekerja keras banting tulang untuk orang lain dan dari orang lain.

Misal : Si A adalah buruh tani, dia bekerja untuk juragannya yang bernama si B. Dari pekerjaan itu dia memperoleh upah yang dapat menghidupi dia dan keluarganya.

Dari contoh tersebut mereka saling mendapat keuntungan. Si A mendapatkan upah sehingga dapat menghidupi keluarganya, sedangkan si B mendapatkan tenaga kerja atau bantuan dari si A. Selain itu hasil pertanian yang dijual juga menguntungkan orang lain, dan si A juga mendapatkan pendapatan dari penjualan hasil pertanian tersebut. Dari itulah dapat disimpulkan bahwa harta yang kita miliki tidak berasal dari usaha kita seorang namun termasuk juga orang lain, maka harta yang kita miliki bukanlah milik kita sepenuhnya. Di luar dari itu, semua rezeki dan kenikmatan di dunia ini bukanlah milik kita, namun ini semua milik Allah SWT yang dititipkan kepada kita saat di dunia, dan segala kenikmatan dunia telah diatur oleh Allah SWT.

Berlanjut dari kalimat “milik kita bukanlah milik kita” dan sedikit penjelasan di atas  dapat disimpulkan bahwa harta milik kita bukanlah sepenuhnya milik kita, melainkan titipan dari Allah SWT. Lagi pula dalam rukun Islam yang ke 4, kita diwajibkan untuk berzakat yang artinya kita memberikan sebagian milik kita kepada yang membutuhkan.

Berikut adalah cara yang benar  untuk berbagi kepada orang yang membutuhkan, yaitu :

  1. Zakat fitrah
  2. Zakat mal
  3. Sedekah
  4. Infaq, dan sebagainya.

Selanjutnya jika akan melaksanakan hak tersebut harus didasari dengan rasa ikhlas sepenuh hati, agar semakin baik. Insya Allah, Allah akan membukakan pintu rezeki jika kita suka bersedekah.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

“Sedekah paling utama ialah sedekah yang diberikan di saat engkau merasa cukup dengan Allah dan tidak memerlukan lagi sesuatu yang engkau berikan dan yang engkau sedekahkan, sekalipun engkau membutuhkannya” (Ibn ‘Arabi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s