Kerajaan Banten

Kerajaan Banten

1.      Awal berdirinya

Setelah berhasil menaklukkan Sunda Kelapa, fatahillah diangkat menjadi penguasa Banten. Akan tetapi, pada tahun 1552 ia menyerahkan kepada putranya yang bernama Hasanuddin. Ketika di demak terjadi kekacauan dan perebutan kekuasaan hingga pemindahan pusat kerajaan ke Pajang, Banten dan Cirebon melepaskan diri dari Demak. Banten dan Cirebon merasa tidak ada hubungan dengan Demak. Oleh karena itu berdirilah kerajaan Banten. Sebagai raja pertama adalah Sultan Hasanuddin. Letak banten yang dekat dengan Selat Sunda menyebabkan Banten maju dalam perdagangan. Dari banten  diperdagangkan lada putih yang banyak dihasilkan di lampung.

2.      Raja raja yang berkuasa

    1. Sultan hasanuddin (1552-1570)
    2. Pangeran Maulana Yusuf (1570-1580)
    3. Pangeran Muhammad (1580-1593)
    4. Pangeran Ratu (1596-1650)
    5. Sultan Ageng Tirtayasa (1650-1682)
    6. Sultan Haji

     

3.      Kehidupan politik

Pada awal berkembangnya masyarakat pantai Banten, Banten merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Namun pada tahun 1524 wilayah Banten berhasil dikuasai oleh Kerajaan Demak di bawah pimpinan Syarif Hidayatullah. Pada waktu Demak terjadi perebutan kekuasaan, Banten melepaskan diri dan tumbuh menjadi kerajaan besar.

Setelah itu, kekuasaan Banten diserahkan kepada Sultan Hasanudin, putra Syarif Hidayatullah. Sultan Hasanudin dianggap sebagai peletak dasar Kerajaan Banten. Banten semakin maju di bawah pemerintahan Sultan Hasanudin karena didukung oleh faktor-faktor berikut ini:

  1. Letak Banten yang strategis terutama setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis, Banten menjadi bandar utama karena dilalui jalur perdagangan laut.
  2. Banten menghasilkan rempah-rempah lada yang menjadi perdagangan utama bangsa Eropa menuju Asia.
  3. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.

 

4.      Kehidupan Budaya

Masyarakat yang berada pada wilayah Kesultanan Banten terdiri dari beragam etnis yang ada di Nusantara, antara lain: Sunda, Jawa, Melayu, Bugis, Makassar, dan Bali. Beragam suku tersebut memberi pengaruh terhadap perkembangan budaya di Banten dengan tetap berdasarkan aturan agama Islam. Pengaruh budaya Asia lain didapatkan dari migrasi penduduk Cina akibat perang Fujian tahun 1676, serta keberadaan pedagang India dan Arab yang berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Dalam bidang seni bangunan Banten meninggalkan seni bangunan Masjid Agung Banten yang dibangun pada abad ke-16. Selain itu, Kerajaan Banten memiliki bangunan istana dan bangunan gapura pada Istana Kaibon yang dibangun oleh Jan Lucas Cardeel, seorang Belanda yang telah memeluk agama Islam. Sejumlah peninggalan bersejarah di Banten saat ini dikembangkan menjadi tempat wisata sejarah yang banyak menarik kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri.

 

5.      Kehidupan Sosial

Kerajaan Banten merupakan salah satu kerajaan Islam di Pulau Jawa selain Kerajaan Demak, Kasepuhan Cirebon, Giri Kedaton, dan Mataram Islam. Kehidupan sosial rakyat Banten berlandaskan ajaran-ajaran yang berlaku dalam agama Islam. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, kehidupan sosial masyarakat Banten semakin meningkat dengan pesat karena sultan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Usaha yang ditempuh oleh Sultan Ageng Tirtayasa adalah menerapkan sistem perdagangan bebas dan mengusir VOC dari Batavia.

Menurut catatan sejarah Banten, Sultan Banten termasuk keturunan Nabi Muhammad SAW sehingga agama Islam benar-benar menjadi pedoman hidup rakyat. Meskipun agama Islam mempengaruhi sebagian besar kehidupan Kesultanan Banten, namun penduduk Banten telah menjalankan praktek toleransi terhadap keberadaan pemeluk agama lain. Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya sebuah klenteng di pelabuhan Banten pada tahun 1673.

6.      Kemunduran Kerajaan

Lambat laun Banten mengalami kemunduran karena tersisih oleh Batavia yang berada di bawah kekuasaan VOC.

7.      Peninggalan

    1. Masjid Raya Banten
    2. Keraton Kaibon di Banten
    3. Keraton Banten (Surosowan)

Sumber : (Tugas Sejarah: Kerajaan Islam di Indonesia oleh Yunita Muslimah th.2010)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s